Pemimpi(n)

oalah1Seorang pemimpin harus bisa memberikan harapan kepada anak buahnya. Kita semua ini pun sebenarnya adalah pemimpin, baik untuk diri kita sendiri, keluarga, maupun orang yang menggantungkan nasibnya kepada kita. Kita semua ini perlu terus menciptakan harapan. Paling tidak, untuk diri kita sendiri.

Seorang pemimpin adalah pribadi yang sangat menentukan bagi suatu umat atau bangsa. Menentukan karena dengannya sebuah Negara bisa maju atau mundur. Bila seorang pemimpin tampil lebih memihak kepada kepentingan dirinya, tidak bisa tidak rakyat pasti terlantar. Sebaliknya bila seorang pemimpin lebih berpihak kepada rakyatnya, maka keadilan pasti ia tegakkan.

Keadilan adalah titik keseimbangan yang menentukan tegak tidaknya alam semesta ini. Pun juga segala yang ada di bumi Tuhan berikan dengan penuh keseimbangan. Padanan keseimbangan adalah keadilan, lawan katanya adalah kedzaliman.

Setiap kedzaliman pasti merusak. Bila manusia berbuat dzalim maka pasti ia akan merusak diri dan lingkungannya. Bayangkan bila yang berbuat dzalim adalah seorang pemimpin. Pasti yang akan hancur adalah bangsa secara keseluruhan.

Ada yang pingin jadi tentara, ada yang ngotot pingin jadi pegawai negeri sipil (PNS), ada yang pingin jadi pegawai bank, ada yang pingin jadi pramugari, ada yang ngebet ingin jadi artis dan berharap lolos Indonesian Idol, ada yang memilih masuk perusahaan multinasional, ada juga yang memilih kerja kontrak misalnya, walaupun term of service menjadi tenaga kontrak sekarang sering tidak pas dan makin tak pasti. Apa sih yang membuat mereka itu mau bertahan dengan kondisinya sekarang, yang seringkali perjuangannya tampak (dan mungkin memang) tidak enak?

Asa.

Alias harapan. Semua punya harapan untuk mencapai cita-cita dengan jalan yang dipilihnya. Semua punya keyakinan masing-masing bahwa jalan yang dipilih tersebut akan mampu membawanya meraih cita-cita tersebut.

Di sinilah peran pemimpin dibutuhkan. Apa sih salah satu tugas pemimpin itu? Memberikan dorongan motivasi. Caranya? Ceritakanlah sebuah harapan. Ceritakan bahwa kondisi yang sekarang ini bisa berubah. Banyak orang lain mengalami hal yang sama, dan banyak yang ternyata bisa meraih perubahan. Seringkali sang pemimpin itupun sudah kehilangan harapan. Sehingga lebih memilih jalan aman untuk dirinya daripada bersusah, berkeringat dan menangis atau tertawa bersama rakyatnya. Jika seperti ini masih layakkah dia memimpin sementara harapan demi harapan dipanjatkan melalui dirinya?

Rakyat yang cerdas tidak mungkin memilih pemimpin yang bodoh. Rakyat yang bersih tidak mungkin memilih pemimpin yang korup. Tetapi sebaliknya bila rakyatnya korup maka pasti yang akan dipilih adalah pemimpin yang korup. Karena itu terpilihnya Fir’un sebagi raja, adalah karena rakyatnya bodoh dan bejat. Sebab siapakah sebenarnya seorang pemimpin, jika ia tidak mendapatkan dukungan?

Bila seorang pemimpin telah tidak peduli dengan anak buah atau rakyatnya, ia pasti akan selalu membawa bencana dengan kedzaliman yang ia bangga-banggakan. Kedzaliman adalah sumber kesengsaraan. Karena itu disebutkan bahwa orang yang paling dzalim adalah orang yang setelah mendapatkan tuntunan malah ia berpaling. Mengapa dikatakan dzalim, karena dengan kedzalimannya tidak saja ia menjadikan dirinya sebagai bahan neraka, melainkan juga dengan kedzalimannya ia membawa acaman bagi orang lain yang dipimpinnya.

..Weleh-weleh iki bocah janne posting tentang opo tho yo? kok koyo lagi keloro-loro tentang pemimpin, nganggo ancaman neraka barang..wih, medeni tenan.  Sing krasa memimpin nek maca mesthi kamigilan iki..

Advertisements