Penyakit Lupus

lupusanjing1Besok sore Sabtu 13 Desember 2008, saya mendapatkan undangan untuk memberikan uraian mengenai Penyakit Lupus dalam rangka Hari Kesatuan Gerak PKK Kota Yogyakarta tingkat Kecamatan Gondokusuman. Karena mesti mempersiapkan materinya, maka terpikir untuk sekalian saja materi ini dituliskan di blog. Lagian sudah hampir seminggu juga tidak memperbarui posting blog ini.

Kita mulai saja ya,

Penyakit ini dalam khasanah Ilmu Kedokteran disebut sebagai Systemic Lupus Erithematosus atau SLE. Sama sekali tidak berhubungan dengan judul novel anak muda tahun 80-an karangan Hilman Hariwijaya lho ya. Nama Lupus sendiri berasal dari bahasa latin yang berarti serigala. Ya, serigala. Karena dalam salah satu gejalanya di kulit pipi nampak ruam merah berbentuk menyerupai kupu-kupu mirip yang dimiliki pada pipi serigala meskipun pada serigala berwarna putih. Continue reading

Asam Urat

asam-uratTiba-tiba saja pada pangkal ibujari kaki kanan nyeri seperti tertusuk, merah dan bengak. Mendadak menjadi pincang sampai kemudian tidak mampu berjalan saking sakitnya. Karena belum pernah mengalami sakit sedemikian, lalu terpikir apa yang menyebabkan demikian? Jatuh juga tidak, terkilir, atau ketiban duwit apalagi. Banyak pasien yang mengeluhkan kejadian serupa sehingga jangan-jangan saya memang mengalami gangguan metabolisme purin alias asam urat. Wow sakitnya jangan ngalamin dah..

Asam Urat sering dialami oleh banyak orang sekarang ini. Bahkan, orang yang masih tergolong muda juga sering ditimpa penyakit ini. Sebenarnya, seperti apa penyakit ini? Apa saja gejala, penyebab, dan solusinya? Serta makanan apa yang menjadi pantangan? Continue reading

Rabies

rabies“Tiga orang meninggal setelah digigit anjing”. Begitu adalah sepenggal berita yang terdengar di Seputar Indonesia sore kemarin. Kejadiannya sendiri ada di Bali. Diduga ketiganya meninggal akibat penyakit Rabies yang dibawa oleh bangsa anjing. Lalu pihak-pihak terkait melakukan tindakan tanggap dengan melakukan pemusnahan terhadap anjing-anjing liar serta melakukan pemeriksaan terhadap anjing-anjing piaraan. Anjing-anjing liar tersebut di tangkap, disuntik obat penenang kemudian dimusnahkan, diPATENI!.

Tidak sedang mau bercerita tentang bagaimana cara menguber anjing liar, tetapi mau bercerita sedikit saja tentang penyakit Rabies. Agak serius ini. Tumben juga.

Penyakit ini disebabkan oleh suatu virus yang kemudian disebut saja sebagai virus rabies yang jika masuk ke tubuh manusia akan mengakibatkan gangguan pada Susunan Syaraf Pusat. Ya sistem syaraf kita. Nah, vektor atau binatang pembawa yang berperan menularkan penyakit ini binatang-binatang liar seperti anjing, kucing, kera, kelelawar dll.

Setelah si vektor menggigit, maka virus rabies memiliki waktu untuk menampakkan gejala sakit selama sepuluh hari sampai tujuh bulan. Orang yang terjangkit virus ini kemudian akan menunjukkan gejala-gejala sakit seperti demam ringan sampai sedang, sakit kepala, mual, muntah, dan rasa nyeri di sekitar luka gigitan. Lalu dengan cepat gejala kulit menjadi lebih peka nyeri terhadap sentuhan dan kaku pada leher bagian belakang, diikuti dengan kejang-kejang otot terutama otot-otot yang berfungsi dalam kegiatan menelan dan pernafasan. Karena saking sensitifnya, rangsang sekecil apapun baik suara, cahaya, bau atau tetesan cairan dapat memicu timbulnya reflek kejang tersebut. Jika otot menelan atau pernafasan menjadi lebih sering kejang bisa dibayangkan bahwa hal ini memang dekat dengan kematian.

Segera mencari pengobatan jika mendapatkan gigitan hewan liar. Kita akan mendapatkan suntikan serum Anti Rabies sebagai imunisasi pasif, perawatan luka gigitan dan obat-obat yang menyokong daya tahan tubuh serta imunisasi aktif vaksin anti rabies sebelum tanda-tanda atau gejala-gejala yang lain muncul terutama jika kita mencurigai binatang yang menggigit memang terkena rabies.

Adapun tanda-tanda hewan yang terkena penyakit rabies umumnya akan menunjukkan tanda yang agresif, alias galak, lebih suka menyembunyikan diri, liur meleleh, ekor biasanya terdapat diantara dua kaki belakangnya.

Nah, jika mendapati hewan peliharaan kita memiliki gejala-gejala tersebut, ya segera periksakan ke dokter hewan supaya tidak menggigit manusia di sekitarnya termasuk yang memelihara. Karena ternyata gigitan hewan tersebut dapat mengakibatkan efek yang fatal seperti dalam berita diatas.

Terima kasih. Semoga berguna.