Penyakit Lupus

lupusanjing1Besok sore Sabtu 13 Desember 2008, saya mendapatkan undangan untuk memberikan uraian mengenai Penyakit Lupus dalam rangka Hari Kesatuan Gerak PKK Kota Yogyakarta tingkat Kecamatan Gondokusuman. Karena mesti mempersiapkan materinya, maka terpikir untuk sekalian saja materi ini dituliskan di blog. Lagian sudah hampir seminggu juga tidak memperbarui posting blog ini.

Kita mulai saja ya,

Penyakit ini dalam khasanah Ilmu Kedokteran disebut sebagai Systemic Lupus Erithematosus atau SLE. Sama sekali tidak berhubungan dengan judul novel anak muda tahun 80-an karangan Hilman Hariwijaya lho ya. Nama Lupus sendiri berasal dari bahasa latin yang berarti serigala. Ya, serigala. Karena dalam salah satu gejalanya di kulit pipi nampak ruam merah berbentuk menyerupai kupu-kupu mirip yang dimiliki pada pipi serigala meskipun pada serigala berwarna putih.

Penyakit lupus merupakan penyakit kronis yang diperantarai oleh sistem kekebalan tubuh atau sistem imun, dimana seharusnya sistem ini melindungi tubuh dari berbagai penyakit justru sebaliknya menyerang tubuh itu sendiri. Kebalikan dengan HIV/AIDS yang melemahkan sistem kekebalan tubuh sendiri, penyakit ini sistem kekebalan tubuh malah menyerang si empunya. Namun memang keduanya termasuk ke dalam penyakit yang sampai sekarang konon belum ditemukan pengobatannya. Yang dapat dilakukan hanya sebatas menghilangkan atau meringankan gejala. Nah, Lupus ini akhirnya dapat dianggap sebagai penyakit dengan kekebalan tubuh berlebihan (autoimmune disease).

Penyebab terjadinya sistem kekebalan tubuh yang berlebih itu pun sampai sekarang masih belum dapat ditentukan secara pasti. Selain faktor keturunan, faktor lingkungan seperti infeksi virus, cahaya matahari, dan obat-obatan, diduga ikut berperan dalam menimbulkan gejalanya. Dalam penelitian, wanita ternyata memiliki kemungkinan terkena lebih besar dibanding pria, dan diantara ras-ras di dunia ras asia diyakini yang paling banyak mengalami penyakit ini.

Bagaimana Lupus ini menyerang tubuh kita?

Nah seperti yang kita tahu, didalam tubuh kita selalu terdapat sistem kekebalan tubuh yang terdiri dari zat anti dan sel darah putih. Sistem kekebalan ini secara alami bertugas melindungi tubuh dari serangan musuh atau antigen seperti virus, bakteri, atau mikroba yang lain. Pada Lupus, zat anti dan sel darah putih yang mestinya melindungi tubuh malah menjadi tidak terkendali lalu menyerang tubuh secara liar. Akibatnya gejala-gejala penyakit muncul dengan disertai dengan kerusakan organ-organ tubuh seperti kulit, persendian, paru-paru, ginjal dan sistem darah. Yang paling sering ditemui adalah lupus yang menyerang pada kulit atau yang disebut discoid lupus. Namun jika sudah menyerang organ-organ vital tubuh maka gejala menjadi lebih berat dan ini yang sering disebut sebagai systemic lupus. Obat-obatan tekanan darah tinggi seperti hydralazin dan procainamide yang digunakan untuk menstabilkan denyut jantung diyakini memiliki kaitan dengan timbulnya gejala-gejala lupus.

Oh ya, organ-organ tubuh pada pederita lupus dirusak oleh sistem kekebalan tubuhnya melalui dua cara: pertama, zat anti dan sel darah putih akan langsung menyerang sel jaringan tubuh seperti sel-sel darah merah dan kedua, zat itu masuk aliran darah dan bertemu dengan antigen untuk berkoalisi membentuk suatu komplek kekebalan tubuh (imun complex). Kompleks ini akan mengikuti aliran darah sebelum nanti dapat tersangkut dalam pembuluh darah organ-organ tubuh tertentu.

Dalam keadaan normal, maka komplek imun ini akan dihabisi oleh sel-sel pertahanan tubuh kita yang lain yaitu sel radang. Namun dalam keadaan sebaliknya, komplek ini tidak dapat dengan mudah dihilangkan malah sel-sel radang akan bertambah banyak sehingga menimbulkan peradangan pada organ yang terkena.

Gejala penyakit sendiri dibedakan atas gejala umum dan gejala yang berhubungan dengan organ tertentu. Gejala umum yang sering terjadi adalah demam, pegal-pegal, lelah yang berlebihan, dan lemas. Gejala organ yang terserang pun bervariasi mulai dari kulit berupa ruam merah pada pipi berbentuk seperti kupu-kupu, bersisik sampai pada sariawan dan kerontokan rambut. Gangguan pernapasan akan muncul jika organ paru-paru atau jantung terserang. Dapat pula muncul kaki menjadi bengak akibat gangguan jantung. Jika menyerang persendian, rasa lemah atau nyeri sendi dan otot akan dirasakan oleh penderita. Pada darah akan terjadi penurunan jumlah sel darah merah atau anemia, dan sel pengatur pembekuan darah. Akan muncul gejala kejang-kejang yang timbul akibat adanya gangguan pada syaraf otak. Ginjal akan menurun fungsinya seiring dengan beratnya serangan sehingga mengakibatkan jumlah racun dalam tubuh yang beredar menjadi semakin banyak akibat ginjal yang tidak dapat menjalankan fungsinya membuang racun.

Untuk mendiagnosis penyakit ini secara pasti diperlukan pemeriksaan darah dan biopsi kulit. Keduanya digunakan untuk memeriksa antibodi-antibodi yang muncul saat lupus sedang aktif.

Diatas tadi disebutkan bahwa sinar matahari juga dapat memicu timbulnya gejala lupus, meski tidak semua penderita lupus memiliki kepekaan terhadap sinar matahari tetap saja para penderita dianjurkan untuk tidak terpapar sinar matahari dalam jangka waktu yang lama. Karena seringkali kekambuhan lupus adalah setelah terpapar sinar ultraviolet dari sinar matahari. Ada anjuran untuk keluar rumah sebelum pukul 9 pagi dan setelah pukul 4 sore hari, dengan tambahan sun block atau sun screen alias pelindung sinar.

Saat ini para ahli menduga penyakit ini berhubungan dengan hormon estrogen, itulah mengapa penyakit Lupus lebih banyak diderita para wanita yang berusia produktif sampai usia 50 tahun dibanding pada pria. Nah, jika menyerang wanita produktif yaitu pada masa usia subur maka kerapkali juga menimbulkan gangguan kesehatan reproduksi wanita seperti abortus alias keguguran, gangguan perkembangan janin, dan bayi meninggal saat lahir. Namun bisa pula terjadi sebaliknya, justru kehamilan akan dapat memperburuk kondisi atau gejala Lupus. Oleh karena itu jika penderita mendapati dirinya terserang Lupus pada organ-organ vitalnya dengan penyakit yang sedang aktif ataupun sedang mendapatkan pengobatan jangka panjang, dia sebaiknya dihindarkan dari kehamilan.

Saat ini sudah ada obat baru yang disebut Lymphostat-B, yang berfungsi menghambat protein yang menstimulasi limfosit B (BLyS= B lymphocyte stimulator). Limfosit B adalah sel yang berkembang menjadi sel plasma yang memproduksi zat anti. Jadi dapat memulihkan aktivitas auto-imun complex menjadi normal, kemudian menghambat aktivitas protein tersebut sehingga limfosit B tidak bisa berkembang menjadi sel plasma yang memproduksi zat anti. Berkurangnya produksi zat anti akan menyebabkan aktivitas penyakit lupus mudah dikontrol. Saat ini, ada sekitar 5 juta pasien lupus di seluruh dunia dan setiap tahun ditemukan lebih dari 100.000 pasien baru.

Orang yang hidup dengan penyakit Lupus sering disebut sebagai Odipus, mirip ODHA pada HIV/AIDs. Para Odipus dapat memeriksakan diri pada dokter ahli pemerhati masalah ini, ahli penyakit dalam, ahli imunologi dan juga ahli kulit dan hematologi (darah). Jika lupus dapat terkendali, pengawasan keseharian dengan ketat dan minum obat sesuai anjuran walupun mungkin obat yang sepanjang usia, maka odipus pun dapat hidup laiknya orang normal.

Yah, demikian sekiranya saya me-refresh pengetahuan saya sendiri untuk mempersiapkan uraian yang akan disampaikan besok. Saya berencana untuk membuat slide Power Point-nya sehabis ini. Dan kayaknya asik juga file-file PowerPoint tentang penyuluhan dikumpulkan dalam blog ini sehingga jika ada teman-teman yang membutuhkan untuk digunakan dalam penyuluhan di daerah bisa di donlot langsung melalui blog ini.

Oke saya akan mencubanya!

Terimakasih, semoga berguna.. 😀

Advertisements

3 Responses

  1. terima kasih atas pemberitahuannya krena saya sangat butuh…
    terima kasih sekali lagi

  2. oh ya..sama-sama senang bisa membantu.

  3. Ok-lah untuk nambah pengetahuan daripada diisi tulisan yang mengadu domba dan semacamnya kayak memeth misalnya. Trims.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: