Insurance? Why (not)?

insuranceBaru-baru ini saya diprospek oleh sahabat dari sebuah perusahaan asuransi yang cukup terkenal di Indonesia. Karena mendapatkan informasi baru, saya mendengarkan dengan penuh perhatian. Kurang lebih setengah jam saya mengikuti uraian informasi yang dibawakan. Sesekali diselingi pertanyaan dari si penyaji apakah saya telah cukup jelas dengan penjelasannya, atau hanya sekedar pertanyaan retoris seperti ‘bukankah luar biasa ada yang dapat memberikan sistem perlindungan seperti ini?’ kadang-kadang saya menjawab terus terang jika tidak jelas ataupun menjawab mengiyakan pertanda sepakat. Sesi pun berakhir, diiringi pertanyaan apakah saya tertarik untuk bergabung?

Gosh..Actually i don’t know..

Saat ini sepengatahuan saya, asuransi merupakan alat yang dapat digunakan sebagai pelindung bagi aset-aset kita yang berharga. Aset bukan hanya dalam hal barang harta benda tetapi dapat pula berarti raga dan jiwa manusia.

Nah, sisi ketakutan manusia pada sesuatu yang tidak pasti telah dapat dilihat potensinya untuk diejawantahkan ke dalam sebuah sistem perlindungan atas ketidakpastian-yang menimbulkan ketakutan tersebut.

Kabar baiknya, dengan porsi yang sesuai, tool ini memang akhirnya akan sangat membantu meringankan bentuk-bentuk kekhawatiran terhadap sesuatu yang berpotensi merusak aset. Bukankah tidak ada yang menjamin bahwa segala sesuatu bakalan berjalan sesuai dengan rencana kita? Namun, perusahaan asuransi telah dapat merekam bahwa potensi ketakutan itu memang sudah ada disana alih alih membawa kabar gembira bahwa manajemen ketakutan telah hadir harap jangan khawatir. Dan ternyata rekaman mereka terbukti benar, pangsa pasar ternyata masih terbuka lebar.

Berbekal pengetahuan riset dan statistik yang memadai tentunya tidak sulit untuk menentukan peta sasaran sekaligus membangun sistem yang ketat, efisien dan..produktif! Kenapa produktif? Yayaya, ternyata dari sebuah alat ‘pemecah kekhawatiran’, dapat digunakan pula sebagai sumber penghasilan. Sebuah sistem member get member telah dapat membuktikannya.

Saya tidak alergi. Terlintas di pikiran, dapatkah lembaga-lembaga seperti perbankan dan asuransi tinggal dalam ranah yang benar-benar mampu menjadi lembaga intermediasi saja. Maksudnya, cukup saya ketika ingin membutuhkan bantuan dari lembaga tersebut maka sayalah yang akan terlebih dahulu mengakses mereka. Sebaliknya, para lembaga tersebut berfungsi memberikan pendidikan betapa perlunya untuk mempersiapkan tabungan, mempersiapkan pendidikan, mengantisipasi kecelakaan dan sebagai-bagainya.

Sistem asuransi yang merata yang dapat dirasakan oleh semua adalah sebuah harapan. Jadi jangan sampai karena kepincut sistem marketing dengan hitung-hitungan bonus yang memikat, melupakan bahwa tugas memberikan pendidikan itulah domain-nya. Perbankan itu bertugas memberikan pemahaman dan melakukan tindakan memutar uang yang dipercayakan kepadanya untuk diberikan kembali kepada si penitip uang yang membutuhkan. Tidak malah sibuk memasang baliho segedhe gajah atau pasang iklan di televisi untuk mengajak memindahkan tabungan dari tempat anda semula ke tempat saya, dan nanti akan ada hadiah yang pasti memikat hati. Dan ternyata banyak yang betul terpikat bukan?

Setali tiga uang dengan asuransi.

Menutup posting ini, rumus terkenal dalam dunia keuangan bahwa “Jangan taruh telur anda dalam satu wadah” mestinya akan membuat saya menggunakan instrumen asuransi sebagai pelindung sekaligus melengkapi instrumen lainnya yang telah saya miliki. Namun, dengan premi yang rata-rata sedemikan tinggi kadang menjadi terlalu sayang terutama jika ada pilihan mendapatkan return yang lebih tinggi pada instrumen lain. Akhirnya saya mesti memiliki kedua-duanya tho supaya bisa aman? Ya aset dengan return yang tinggi sekaligus instrumen untuk melindungi. High cost right? Cari lebih banyak dengan kerja lebih keras lagi…Wuih, Sanggup? Jika tidak, klik saja di sini LoL!

Advertisements

One Response

  1. kakakakakka….. hoalah kereee…kereee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: